Kamis, 20 Oktober 2011

Merindukan Mati Syahid


Menjelang shubuh, Khalifah Umar bin Al Khathab berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk shalat shubuh. Ketika waktu shalat tiba, beliau sendiri yang mengatur saf (barisan) dan mengimami para jamaah.

Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan takbiratul ihram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur.

Namun, Khalifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir" ini bergeming dari kekhusyukannya memimpin shalat. Padahal, waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari. Sekuat apa pun Umar, akhirnya ambruk juga. Walau demikian, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikan posisinya sebagai imam.

Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Khalifah Umar. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah.

Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata shalat!"

Lalu, yang hadir serentak berkata, "Shalat, wahai Amirul Mukminin. Shalat telah hampir dilaksanakan."

Beliau langsung tersadar, "Shalat? Kalau demikian di sanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan shalat." Lalu, beliau melaksanakan shalat dengan darah bercucuran. Taklama kemudian, sahabat terbaik Rasulullah saw. ini pun wafat.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada Umar Al Faruq ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Allah Swt. Alkisah, suatu ketika, saat sedang wukuf di Arafah, beliau membaca doa, "Ya Allah, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rasul-Mu (Madinah)." (HR Malik)

Sepulangnya dari menunaikan ibadah haji, Umar pun menceritakan soal doanya itu kepada salah seorang sahabatnya di Madinah. Sahabat itu pun berkomentar, "Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid, tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya."

Dengan ringan, Umar menjawab, "Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah."

Keesokan harinya, saat Umar mengimami shalat shubuh di masjid, seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu'luah itu menghunuskan pisaunya ke tubuh Umar yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnya pun roboh di samping mihrab.

Seperti itulah, Allah telah mengabulkan doa Umar bin Al Khathab untuk bisa syahid di Madinah dan dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah saw. dan Abu Bakar Ash Shiddiq.

Minggu, 23 Agustus 2009

Indonesiaku..Indonesiamu


Hampir seminggu pasca perayaan 64 tahun kemerdekaan Indonesia.. Tapi ngerasa ga sih klo ga ada progres tentang hal-hal yang berbau kebangsaan di Indonesia??bagus klo masih ada yang merasa tidak..tapi saia pribadi masih iya. Tiba-tiba jadi pengen nulis tentang Indonesia begitu denger lagu merah putihnya saykoji.. Terharu ajja denger lirik2nya,

Berakhirnya orde baru dan berganti dengan reformasi sebenarnya merupakn tantangan  tersendiri bagi bangsa Indonesia. Di zaman ini kebebasan berpendapat lebih terbuka lebar,,tapi yang lebih terlihat saat ini adalah euforia yang kebablasan. Saya kira ini sangatlah wajar karena dulu kita terlalu dibatasi dan cenderung berada di dalam tekanan. Menyamakan berbagai persepsi untuk menjadi sebuah tujuan nasional di zaman ini memang tidak mudah, sesuai dengan perkataan soekarno "Perjuanganku sekarang mudah karena melawan penjajah, namun perjuanganmu kedepan lebih sulit karena memerangi bangsamu sendiri". 

Meskipun udah 64 tahun katanya Indonesia MERDEKA,,namun berita2 tentang kemiskinan, tidak terpenuhinya hak2 azasi manusia, penjualan aset2 negara, perang antar suku, terorisme, kekerasan tehadap warga indonesia di luar negeri hingga keinginan suatu wilayah untuk memisahkan diri dari Indonesia masih eksis beredar di media2 cetak maupun elektronik. Pertanyaannya adalah sudahkah kita berbuat sesuatu untuk meminimalisir ini??

Disini rasa nasionalisme kita mesti dipertanyakan kembali. Berdasar data yang dihimpun oleh harian kompas, hanya ada 6 peserta UN SMA di Indonesia untuk tahun 2009 yang mendapat nilai 10 untuk pelajaran bahasa indonesia! Miris kah Anda? Kita malah lebih merasa bangga bila menggunakan istilah2/kalimat2 dengan bahasa asing dibandingkan dengan bahasa persatuan kita sendiri. Padahal negara lain saja contohnya "malingsia" malah repot2 melegalkan hasil rampokan produk kebudayaan kita agar bisa diakui sebagai bagian dari kebudayaan negaranya. Lha kok kita malah bangga sama kebudayaan luar.. Bukankah negeri kita sudah amat kaya??Lalu pertanyaan2 lain semisal..Ada berapa banyak sih lagu wajib nasional yang masih kita hafal?? masih inget ga pembukaan UUD Dasar yang memuat tujuan negara?? atau yang paling sederhana ajja masih hafal ga' lagu kebangsaan Indonesia Raya dan isi Pancasila dasar negara?? Bagi anak sekolah yang masih usia wajib belajar pastinya hafal dong yaa..kan tiap upacara dibacain,,kebangetan klo nggak! Tapi sebenarnya bukan cuma itu yang harus kita lakukan sebagai generasi muda. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi semangat kemerdekaan. Misalnya,berprestasi dibidang akademik--jadi juara olimpiade..klo yang suka olahraga bisa jadi atlet nasional yang sering dapet kejuaraan, jadi duta lingkungan--ikut greenpiece indonesia,jadi relawan PMI..pokoknya ngelakuin sebanyak mungkin hal positif lah minimal untuk diri sendiri.  Jangan bisanya cuma dengerin musik2 lembek yang cengeng atau nonton acara reality show yang kebanyakan skenario.. Katanya kan cuma pemuda yang bisa merubah dunia.. klo istilahnya  mahasiswa, agent of change untuk masyarakat. Ga ada kata terlambat untuk memulai suatu perubahan kan??

Hidup Rakyat Indonesia!!

Garuda didadaku dibalut semangat merah putihmu..

Karena Indonesiaku adalah Indonesiamu..

MERDEKA!!!

Jumat, 14 Agustus 2009

menjemput cakrawala di surya kencana






Kmrn lewat fb saia baru ajja gabung di group pecinta gunung gede & pendaki indonesia. Entah kenapa sejak lama saia selalu tertarik dengan sesuatu yang berbau kegiatan alam dan lingkungan sosial. Sebenarnya hanya ingin "bernostalgila" + menilik lagi esensi apa yang didapat ketika benar-benar berada di alam milikNya--hutan dan gunung. 

Kira2 4 bulan yang lalu untuk pertama kalinya saia akhirnya berkesempatan untuk mencoba hal yang sejak lama ingin dilakukan..yaitu hiking,,waktu kmrn sih ke gede-pangrango. Waktu itu kita berangkat jam 11 malem trus nyampe jalur gunung putri jam 3 pagi. Berhubung itu pertama kalinya dan saia ga ngerti apaun ttg persiapan pendakian,,jadi ga ada istilah streching/warming up dulu..dan ketika baru berjalan kira2 1 km ajja udh berasa sesak napas haha..  Tapi setelah beberapa jam akhirnya saia mulai terbiasa dengan kotor,rasa sakit, beban berat,pkoknya hal2 apapun yang mungkin biasanya buat hati dan mulut ini ngedumel+ngoceh2 ga jelas. Tapi kali itu perjalanan terasa begitu menantang dan menyenangkan..yang ada di mindset waktu itu cuma mw cepet2 smpe atas dan ngerasain sensasi hebatnya

Salah satu penyebab yang ga pernah bikin saia bosen dan selalu semangat waktu itu adalah semangat itu sendiri yang dengan ramahnya dan ga bosen2nya ditularkan oleh sesama pendaki--walaupun baru kenal atau kita ga kenal sama sekali. Itu sebenernya yg bikin saya selalu salut sama org2 dan perkumpulan semacam ini. Mereka ga pernah membeda2kan perlakuan ke temen deketnya ataupun "saudara" sesama pendaki mereka. Pernah waktu itu saya baru turun gunung--beneran baru turun dari puncaknya gede..eeeh saia ketinggalan sama ka2 penanggung jawab di kelompok saia,,dan kami-saya dan sofi temen saya-akhirnya terus jalan ngikutin ajja jalur yang keliatan banyak pendakinya. Ketika baru bebrapa langkah ajja kita udah dipanggil2 sama mas2 pendaki,dia bilang kita disuruh jalan pelan2 ajja biar bareng sama rombongannya dia..yang bikin salutnya dia masih nawari kita permen,minum dan segala macem makanan yang bisa ngembaliin vitalitas tubuh. Suasana kekeluargaan dan persaudaraan tuh emang kental bgt klo kita udah disana dan sama mereka--ga peduli kenal atw ga

Trus hal yang udh pasti saia dapetin disana adalah keindahan panoramanya...subhanallah..betapa kecilnya kita jika sudah berada di surga duniaNya. Pertama kali yang bisa saia lakukan ketika tiba di surya kencana yaaa cuma menitikkan airmata. Gimana enggak,,setelah 4-5 jam jalan tanpa henti-kecuali buat shalat-akhirnya sampai juga di suatu tempat yang ga pernah dibayangin sebelumnya. Indah..indah banget,,suasana awalnya sih agak mistis karena sepanjang area depan surya kencana yang ada cuma padang ilalang yang ditenga2nya jalan setapak,eidelweis dipinggir2nya sama beberapa batu mirip batu nisan yang terhampar di kanan kiri jalan. Tapi begitu udah nemu banyak tenda2 dan ngeliat gunung gede dan pangrango dari deket..subhanallah deh..emg cuma bisa nangis smpe bengong sambil mikir "bener ga sih yg gw liat saat ini??"

Tapi masih ada satu dan lain hal sih yang bikin saia merasa agak miris melihatnya..ternyata tidak semua pendaki adalah pecinta alam..atau bahkan sebagian besar dari mereka hanya penikmat alam yang bisanya cuma jalan2 tapi ga pernah bertanggung jawab dengan kerusakan lingkungan yang mereka buat. Buktinya ajja nih saia masih ngeliat-klo ga bisa dibilang banyak mungkin beberapa-bungkus permen,bekas kopi sachetan, bungkus indomie dan sampah2 makanan lainnya. Kata senior2 yang udah sering mendaki gede pangrango dari tahun ke tahunnya sih banyak banget perubahan dari segi ekologi bahkan ekosistem hutan dan gunungnya sendiri. Kata mereka sekarang eidelweis udah banyak bgt berkurang..padahal klo yg saia lihat dari foto2 di group mereka-dulu itu populasi eidelweis bisa mencapai hampir ke tengah jalan di surya kencana.

Itu sebenarnya salah satu hal yang seharusnya kita cermati dengan baik-sebagai pecinta alam ataupun pemuda indonesia umumnya-.  Cuma negara indonesia yang mempunyai gunung, hutan, laut, flora dan fauna yang terbanyak dan terlengkap di dunia. Jadi jika semua itu kita rusak atau tidak terpelihara dengan baik..akankah itu nantinya hanya menjadi legenda untuk anak cucu kita?? 

Bangkitlah pemuda Indonesia

Bangkitlah harapan bangsa

Karena hanya disini kita bisa menemukan arti persahabatan, rasa persaudaraan, rasa kesatuan dan cinta terhadap Tuhan...